Jumat, 20 Januari 2017

REDUPLIKASI




v  REDUPLIKASI
Menurut Arifin dan Junaiyah (2009 : 11) Reduplikasi atau pengulangan adalah proses morfologis yang mengubah sebuah leksem menjadi kata setelah mengalami proses mofologis reduplikasi, entah dwipura (pengulangan suku awal), entah dwilingga (pengulangan penuh), entah dwilingga salin suara (pengulangan penuh yang berubah bunyi), entah dwiwasana (pengulangan suku akhir).
Reduplikasi dairtikan sebagai proses pengulangan hasil dari proses pengulangan itu dikenal sebagi kata ulang  (Sutanjaya, 1997 : 130).
reduplikasi adalah salah satu proses dan hasil pengulangannya satuan bahasa sebagai alat fonologis dan gramatikal (Kridalaksana, 1983 : 143).
Menurut Abdul Chaer, pengulangan atau reduplikasi merupakan alat morfologi yang produktif di dalam pembentukan kata (2006 : 286).











v  REDUPLIKASI MORFOLOGIS :
a.       Pengulangan Akar
No
Jenis Pengulangan
Pengertian
Contoh
1.


2.



3.




4.
Pengulangan Utuh


Pengulangan Sebagian



Pengulangan dengan perubahan bunyi 



pengulangan dengan Infiks
bentuk dasar yang diulang tanpa melakukan perubahan bentuk fisik dari akar itu.
diulang dari bentuk dasar itu hanya salah satu suku katanya saja (dalam hal ini suku awal kata) disertai dengan “pelemahan” bunyi.
bentuk dasar itu diulang tetapi disertai dengan perubahan bunyi.yang berubah bisa bunyi vokal, bunyi konsonan, bunyi bisa menduduki unsur pertama.
sebuah akar diulang tetapi diberi infiks pada unsur ulangannya.
meja-meja ( bentuk dasar meja)

leluhur (bentuk dasar luhur)

ramah-tamah, lauk pauk




turun menurun





b.      Pengulangan dasar berafiks
-          pertama sebuah akar diberi afiks dulu kemudian diulang. lihat menjadi melihat lihat
-          kedua sebuah akar diredupliksi terlebih dulu,baru diberi afiks. jalan menjadi jalan-jalan kemudian diberi prefiks ber- menjadi berjalan-jalan.
-          ketiga, sebuah akar diberi afiks secara bersamaan, minggu diberi prefiks ber- menjadi berminggu-minggu.
NO
Jenis pengulangan akar
dasarpembentukan
contoh
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

8.
9.



10.




11.

12.



13.

14.
akar berkonfiks ber-
akar berkonfiks ber- kan
akar berprefiks me-
akar berklofiks me-kan
akar berklofiks me-i
akar berprefiks pe-
akar berkonfiks pe-an

akar berkonfiks per-an
akar bersufiks –an
utuh
mengulang akar dengan pengulangannya
akar berprefiks se-
utuh

mengulang bentuk karnya

akar berprefiks ter-

akar berkonfiks se-nya



akar berkonfiks ke-an

akar berinfiks (-em,-el,-er,m-)
ber + lari
berpelukan
menembak (dasar)
membedakan
menulisi
muda (dasar)
jelas (dasar)

per+ dasar+an

atur (dasar)+an
dasar+ an


se + dasar+ pengulangan utuh
se + dasar + pengulangan akar
ter+dasar+pengulangan akar
ter + dasar + pengulangan
se + dasar+ pengulangan + nya
ke+dasar+ulang dasar+an
dasar+ (-em)
berlari-lari
berpeluk-pelukan
menembak-nembak
membeda-bedakan
menulis-nulisi
pemuda-pemuda
penjelasan-penjelasan
pertokoan-pertoloan

aturan-aturan
biji-bijian


sedikit-sedikit

sekali-kali
tersenyum-senyum

sedapat-dapatnya



keragu-raguan

tali- temali

v  REDUPLIKASI KOMPOSITUM
Kompoitum, gabungan kata, kata majemuk. secara umum dibedakan atas unsur derajatnya, misal : tua muda, yang kedua bedasrkan unsur tidak sederajat. contoh : rumah sakit. Reduplikasi terhadap dasar kompositum dilakukan dalam dua cara : pertama, dilakukan secara utuh dan kedua dilakukan secara sebagian. reduplikasi secara utuh dilakukan terhadap kompositum yang kedua unsurnya sederajat dan kompositum yang kedua unsurnya tidak sederajat tetapi memiliki makna idiomatikal, contoh : ayam-itik-ayam itik.
v  REDUPLIKASI DASAR NOMINA
nomina dapat berbentuk akar, bentuk berprefiks pe-, bentuk berprefiks ke- , berkonfiks pe-an, berkonfiks per-an, berkonfiks ke-an, bersufiks –an.
NO
Dasar pembentuk nomina
contoh
makna gramatikal
1.




2.


3.


4.


5.
berprefikspe-, berprefiks ke-, berkonfiks pe-an, berkonfiks per-an, berkonfiks ke-an, bersuiks –an dan gabungan kata.
pemberian sufiks –an


pemberian prefiks ber-


pemberian sufiks-an


pengulangan utuh
peraturan-peratuan daerah itu harus ditinjau lagi


kedelai termasuk tanaman kacang-kacangan
kami sudah berhari-hari belum makan

anak laki-laki suka bermain perang-perangan
pagi-pagi sekali dia sudah berangkat kerja
banyak (+terhitung)




banyak dan bermacam-macam (+berjenis)

banyak dngan satuan ukuran tertentu (+ukuran/takaran)
menyerupai (+sifat tertentu)

saat atau waktu (+saat)
v  REDUPLIKASI DASAR VERBA
NO
Dasar pembentuk verba
contoh
makna gramatikal & komponen makna
1.

2.

3.

4.


5.

6.







Dasar verba


marah-marah

berlari-lari

tembak-menembak

duduk-duduk


ketik-mengetik

tahu-tahu

kejadian berulangkali (+tindakan) (+durasi)
kejadian berintensitas (+tindakan)
berbalasan (+tindakan) dan (+durasi)
dilakukan tanpa tujuan dasar (+tindakan) dan (+durasi)
hal me... (+ tindakan dan durasi)
begitu (dasar) (+tindakan dan saat)
v  REDUPLIKASI AJEKTIFA
NO
Dasar pembentuk
contoh
makna gramatikal & komponen makna
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.






Dasar Ajektifa
kecil-kecil

lebar-lebar

baik-baik

kebiru-biruan

jauh-jauh

sepandai-pandai

intensitas
banyak yang mendasar (+keadaan & ukuran)
se (dasar) mungkin (+keadaan dan ukuran)
hal yang dasar (+keadaan & ukuran)
sedikit bersifat (dasar) (+keadaan & warna)
meskipun (dasar) (+keadaan & sikap)
sama (dasar) (+keadaan& ukuran)
(+keadaan & ukuran)
v  REDUPLIKASI DASAR KELAS TERTUTUP
Kata-kata kelas tertutup adalah kata-kata yang keanggotannya sukar bertambah atau berkurang, dan numlah keanggotannya relatif terbatas. Oleh karena itu jumlahnya terbatas, maka aka dibicarakan sebagai berikut :
NO
Jenis reduplikasi dasar adverbia
jenis adverbia
contoh
1.

2.


3.


4.

5.



6.



7.

8.

9.

10.
reduplikasi dasar adverbia negasi
reduplikasi dasar adverbia larangan

reduplikasi dasar adverbia kala

reduplikasi dasar adverbia keharusan
reduplikasi dasar adverbia jumlah


reduplikasi  dasar adverbia taraf


reduplikasi dasar adverbia frekuensi
reduplikasi dasar numeralia
reduplikasi dasar konjungsi koordinatif
reduplikasi dasar konjungsi subordinatif

bukan, tidak,tak ,tiada

jangan dan tidak boleh
sudah dan telah


kali, mau dan boleh
banyak, sedikit, cukup, lebih, kurang dan cukup.
agak, sangat, amat, sekali, sedang, kurang, dan paling.
sekali, jarang, sering, dan lagi
nama-nama bilangan
gabungan, kesertaan, melainkan, kebalikan,penguatan

kalau, andai, dan sampai


di  sini kamu jangan bicara yag bukan-bukan
mari kita segera pulang, jangan-jangan ayah sudah di rumah
kerjannya hanya mengumpulkan harta seakan-akan bisa hidup selamanya
jangan bekerja semau-maunya saja
beri dia minum sedikit-sedikit



harganya paling-paling seribu rupiah


sekali-kali dia datang juga kesini
anak-anak itu dibarisakn dua-dua
kita tidak perlu lagi mengingat kejadian yang lalu-lalu
mari kita berkebun, kalau-kalau ada durian jatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar