Pengantar
Komposisi
adalah penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk
berimbuhan) untuk mewadahi suatu “konsep” yang belum tertampung dalam seuah
kata.(Chaer, 2008).
Komposisi
adalah proses pembentukan kata dengan cara menggabungkan bentuk dasar yang satu
dengan bentuk dasar yang lain dan gabungan itu menimbulkan makna baru yang
menyimpang dari makna konvensional setiap bentuk dasarnya. (Sumadi,2010).
Komposisi
adalah peristiwa bergabungnya dua morfem dasar tau lebih secara padu dan
menimbulkan arti yang relatif baru. (Muslich,2008).
secara
garis besar komposisi adalah peristiwa penggabungan kata dasar atau akar yang
membentuk makna yang berbeda dengan makna dasarnya.
·
Komposisi dalam Peristilahan
(Alisjahbana,1953) dalam Chaer
menjelaskan bahwa Komposisi dalm peristilahan menggunakan istilah kata majemuk ,
istilah ini digunakan untuk mengacu kepada konsep “gabungan dua buah kata atau
lebih” yang memiliki baru.
Misalnya :
|
Kata
Majemuk
|
Bukan
Kata Majemuk
|
|
Bekerja Keras
|
Kumis Kucing
|
(Fokker, 1951) dalam Chaer,2008.
Menjelaskan bahwa komposisi menggunakan istilah kelompok kata, yang
dibedakannya atas kelompok longgar dan kelompok erat. Kelompok longgar
dimasudkan untuk kelompok kata yang hubungan antara unsur-unsurnya bersifat
mengikat sedangkan kelompok erat adalah kelompok yang hubungannya antara
unsur-unsurnya bersifat erat dan tidak dapat dipisahkan.
(C.A. Mess ,1957) dalam Chaer,
2008. Pembicaraan komposisi
menggunakan istilah kata majemuk dan aneksi. Dengan istilah kata majemuk
dimaksudkan untuk gabungan kata yang memiliki makna idiomatik, persis sama
dengan yang digunakan Alisyahbana. sedangkan aneksi dimaksudkan untuk menyebut
gabungan kata yang maknanya masih dapat ditelusuri secara gramatikal.
(Kridalakasana,1989) dalam Chaer
,2008. Mengenai komposisi Kridalaksana menyamakan istilah komposisi sama dengan
perpaduan atau pemajukan, yaitu proses penggabungan dua leksem atau lebih yang
membentuk kata.
Dari beberapa pengertian mengenai
komposisi dalam peristilahan dapat disimpulkan bahwa komposisi secara garis besar
dimaknai sebagai penggabungan dua kata.(Chaer,2008)
·
Komposisi Semantik Komposisi
Tujuan dari komposisi ialah
menampung atau mewadahi konsep-konsep yang ada dalam kehidupan kita tetapi
belum ada wadahnya dalam sebuah kata. Dilihat dari usaha untuk menampung
konsep-konsep ini dapat dibedakan adanya lima macam komposisi.
1.
Komposisi
yang menampung konsep-konsep yang digabungkan sederajat, sehingga membentuk
komposisi yang koordinatif. Misalnya penggabungan dasar makan dan dasar minum
menjadi komposisi makan minum.
2.
Komposisi
yang menampung konsep-konsep yang digabung tidak sederajat, sehingga melahirkan
komposisi yang subordinatif. Dalam komposisi ini unsur pertama merupakan unsur
utama dan unsur kedua merupakan unsur penjelas. Misalnya dasar sate sebagai
unsur utama digabung dengan dasar ayam sebagai unsur penjelas, dasar ayam
memiliki komponen makna (+bahan).
3.
Komposisi
yang menghasilkan istilah, yakni yang
maknanya sudah pasti, sudah tertentu, meskipun bebas dari konteks kalimatnya,
karena sebagai istilah hanya digunakan dalam bidang ilmu atau kegiatan tertentu.
-
Istilah
Olahraga
Tolak
Peluru
Angkat
Besi
-
Istilah
Lingusitik
Fonem
Vokal
Morfem
Bebas
-
Istilah
Politik
Suaka
Politik
Hak
Angket
-
Istilah
Pendidikan
Buku
Ajar
Tahun
Ajaran
-
Istilah
Agama (Islam)
Hadis
Sahih
Ayat
Kursi
Wali
Hakim
4.
Komposisi
pembentuk idiom, yakni penggabungan dasar dengan dasar yang menghasilkan makna
idiomatik, yaitu makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatkal.
Misalnya penggabungan meja dengan dasar hijau yang menghasilkan komposisi meja
hijau dengan makna pengadilan, dan merupakan macam idiom penuh karena semua
unsurnya merupakan satu kesatuan, sedangkan
idiom sebagian, yaitu idiom yang salah satunya unsurnya masih bermakna
leksikal, misalnya darfta hitam, daftar yang berisi nama-nama orang yang diduga
berbuat salah.
5.
Komposisi
yang menghasilkan nama, yakni yang mengacu pada sebuah maujud dalam dunia
nyata. Misalnya Stasiun Gambiran. (Chaer, 2008)
·
Pengembangan Komposisi
Pada tahap pertama tentunya
komposisi baru dalam bentuk tunggal,
seperrti dasar kereta dengan dasar api menjadi komposisi kereta api,
namu akibat perkembangan teknologi dan budaya kereta api dapat digabungkan lagi
dengan dasar ekspres sehingga menjadi kereta api ekspres. Dilihat dari segi
semantik, semakin luas komposisi itu maka maknaya semakin “sempit”. kata kereta
mencakup semua jenis kereta, termasuk kereta kuda, kereta listrik, kereta
perang, dan sebagainya.makna kereta api hanya mencakup kereta yang digerakkan
dengan tenaga api (dalam hal ini lokomotif) jadi tidak termasuk kuda dan yang
lain-lain. Lalu makna kereta ekspres semakin “sempit” larena semua kereta pai
yang bukan ekspres tidak termasuk dalam komposisi itu.
Komposisi Kelapa hijau, Kelapa muda menimbulkan
ambiguitas seharusnya dalam konstruksinya hasrus diberi bantuan konjungsi yang
sehingann menjadi kelapa yang hijau atau kelapa yang muda. (Chaer, 2008)
A.
Komposisi Nominal
Komposisi Nominal adalah
komposisi yang pada satuan klausa berkategori nomia. misalnya komposisi kakek
nenek dan baju baru
Pembentukan komposisi nomina :
a.
nomina
+ nomina : kakek nenek, meja kayu, sate
kambing
b.
nomina
+ verba : meja makan, buku ajar, ruang tunggu
c.
nomina
+ ajektifa : guru muda, mobil kecil, meja hijau
d.
adverbia
+ nomina : bukan uang, banyak buaya
·
Komposisi Nominal Bermakna
Gramatikal
Makna gramatikal adalah makna
yang ,uncul dalam proses penggabungan dasar dengan dasar dalam pembentukan
sebuah komposisi. (Chaer,2008)
|
No
|
Makna
Gramtikal
|
Komponen
makna
|
Sisipan
|
Contoh
|
|
1.
|
Gabungan biasa
|
(+pasangan
antonim
relasional)
(+anggota
dari satu medan makna)
|
dan
|
ayah ibu, guru murid
sawah ladang, kampung halaman
|
|
2.
|
Bagian
|
(+keseluruhan yang mencakup
unsur pertama)
|
dari
|
awal tahun, tengah semester
|
|
3.
|
Kepunyaan atau milik
|
(+benda termilik), (+insan), (+
yang diinsakan), (+pemilik)
|
milik
|
sepatu adik, rumah nenek, tanah
negara
|
|
4.
|
Asal bahan
|
(+bahan pembuat unsur pertama)
|
terbuat
dari
|
cincin emas, sate ayam
|
|
5.
|
Asal tempat
|
(+ tempat bersalnya unsur pertama)
|
berasal
dari
|
Sate madura, dodol garut
|
|
6.
|
Bercampur atau dicampur dengan
|
(+pencampur unsur pertma)
|
bercampur
|
teh susu, roti keju, lontong
sayur
|
|
7.
|
Hasil bauatan
|
(+{pembuat unsur pertama)
|
buatan
|
Puisi Chairil, mobil jepang
|
|
8.
|
Tempat melakukan sesuatu
|
(+ruang) unsur pertama
(+tindakan) unsur kedua
|
tempat
|
rumah makan, meja tulis, ruang
tunggu
|
|
9.
|
Kegunaan tertentu
|
(+kegunaan) unsur pertama
(+tindakan) unsur kedua
|
kegunaan
|
uang belanja, mobil dinas,
kapal perang
|
|
10.
|
Bentuk
|
(+benda) unsur pertama
(+bentul/wujud) unsur kedua
|
berbentuk
|
meja bundar, rumah mungil,
karet gelang
|
|
11.
|
Jenis
|
(+benda generik) unsur pertama
(+benda spesifik) unsur kedua
|
berbentuk
|
mobil sedan, pisau lipat, ayam
petelur
|
|
12.
|
Keadaan
|
(+benda) unsur pertama
(+keadaan) unsur kedua
|
dalam
keadaan
|
mobil rusak, daerah
kumuh,bangku baru
|
|
13.
|
Seperti atau Menyerupai
|
(+benda buatan) unsur pertama
(+ ciri khas benda) unsur kedua
|
seperti
atau serupa
|
gula pasir, akar rambut
|
|
14.
|
Jender atau jenis kelamin
|
(+mahluk) unsur pertama
(+gender) unsur kedua
|
berkelamin
|
ayam jantan, sapi betina
|
|
15.
|
Model
|
(+benda buatan) unsur pertama
(+ciri khas dari sesuatu)
|
model
|
celana jengki, topi koboi,
rambut prajurit
|
|
16.
|
Memakai atau menggunakan
|
(+benda alat) unsur pertama
(+bahan yang digunakan”) unsur kedua
|
memakai
|
kapal layar, mesin uap, rem
angin
|
|
17.
|
Yang di...
|
(+perlakuan terhadap unsur
pertama)
|
yang
di..
|
anak angkat, ayam goreng
|
|
18.
|
Ada di...
|
(+kegiatan) unsur pertama
(+ruang/ tempat) unsur kedua
|
di
|
bajak laut, kapal udara
|
|
19.
|
Yang (biasa) melakukan
|
(+pelaku) unsur pertama
(+tindakan atau kegiatan)
|
melakukan
atau mengerjakan
|
jago balap, jago makan. juru
bayar
|
|
20.
|
Wadah atau tempat
|
(+wadah) unsur pertama (+benda
berwadah) unsur kedua
|
wadah
atau tempat
|
kaleng cat, botol kecap
|
|
21.
|
Letak atau posisi
|
(+benda) unsur pertma
(+posisi) unsur kedua
|
berada
di....
|
pintu depan, kamar tengah,pintu
samping
|
|
22.
|
Mempunyai atau dilengkapi
dengan
|
(+benda alat) unsur pertma
(+pelengkap) unsur kedua
|
mempunyai
atau dilengkapi dengan
|
kursi roda, rumah tingkat, truk
gandengan
|
|
23.
|
Jenjang tahap atau tingkat
|
(+keguatan) unsur pertama
(+tahap / tingkatan)
|
tahap
atau tingkat
|
sekoah dasar, pemain pemula
|
|
24.
|
Rasa atau bau
|
(+ benda rasa/bau) unsur
pertama
(+ rasa / bau) unsur kedua
|
rasanya
atau baunya
|
kacang asin, gulai pedas, mi
sedap
|
·
Komponen Nominal Bermakna
Idiomatikal
Idiom dibagi menjadi dua jenis
yakni idiom penuh dengan Idiom sebagian, idiom penuh artinya seluruh komposisi
itu memiliki makna yang tidak dapat di prediksi secara leksikal maupun secara
gramatikal. Misalnya :
orang tua, dalam arti “ayah dan
ibu”
catatan
: makna
idiomatik baru jelas apabila berada dalam konteks kalimat, contoh : Semua oran
tua murid sudah hadir di aula
Idiom sebagian adalah salah satu
unsurnya masih memiliki makna leksikalnya, seperti: daerah hitam,koran kuning,
gaji buta. (Chaer, 2008)
·
Komponen Nominal Metaforis
Komponen nominal yang salah
satunya unsurya digunakan secra metaforis, yakni dengan mengambil salah satu
komponen makna yang dimiliki oleh unsur tersebut.misalnya unsur kaki pada
komposisi kaki gunung diberi makna metaforis dari komponen makna kaki yaitu, (+
terletak pada bagian bawah). sedangkan pada komposisi kaki meja diberi komponen
yakni, (+penunjang berdirinya tubuh. (Chaer, 2008)
·
Komponen Nominal Nama dan Istilah
Sebagai istilah makna komposisi
ini tidak bermakna gramatikal, tidak bermakna idiomatikal juga tidak bermakna metaforis. Berikut
beberapa contoh nama dan istilah :
(Chaer, 2008)
|
Nama
|
Istilah
|
|
Hotel Indonesia
|
buku ajar
|
|
IKIP Jakarta
|
lepas landas
|
|
Apotek Rini
|
amak amgkat
|
|
Kali Ciliwung
|
bapak angkat
|
|
Abdul Rahman
|
pintu darurat
|
·
Komposisi Nominal dengan
Adeverbia
Makna komposisi jenis ditentukan
oleh makna “leksikal” dari kata adverbia itu. Adverbia yang mendampingi nomina
adalah, adverbia yang menyatakan negasi, yakni bukan, tanpa, tiada dan adverbia
yang menyatakan jumlah, yakni beberapa,banyak, sedikit, sejumlah, jarang,
kurang. Contoh : bukan anjing, tanpa uamg, banyak hujan, beberapa siswa,
sedikit air.
Kedalam kelompok ini bisa juga
dimasukkan komposiis dengan unur preposisi, seperti : di pasar, dari kampus, ke
hutan. (Chaer, 2008)
B.
Komposisi Verbal
Komposisi verbal adalah komposisi
yang pada satuan klausa berkategori verbal. misalnya menyanyi menari dan datang
menghadap.
Komposisi verbal dibentuk dari
dasar :
a.
Verba
+ verba, contoh : menyanyi menari, duduk termenung
b.
verba
+ nomina, contoh : gigit jari, membanting tulang, makan tangan
c.
verba
+ ajektifa, contoh : lompat tinggi, lari cepat, berkata keras.
d.
adverbia
+ verba, contoh : sudah makan, tidak datang, brlum jumpa.(Chaer, 2008)
·
Komposisi
Verbal bermakna gramatikal
|
No
|
Makna
Gramatikal
|
Kompoen
Makna
|
Sisipan
|
Contoh
|
|
1.
|
Gabungan biasa
|
kedua unsur memiliki komponen
yang sama
|
dan
|
bimbang ragu,bujuk rayu
|
|
kedua unsur merupakan anggota
dari satu medan makna
|
belajar mengajar, makan minum
|
|
kedua unsur merupakan pasangan
berantonim
|
jual beli, jatuh bangun
|
|
2.
|
gabungan mempertentangkan
|
pasagan berantonim
|
atau
|
hidup mati, gerak diam
|
|
3.
|
sambil
|
(+tindakan) dan (+gerak) unsur
pertama
(+tindakan) dan (-gerak) unsur
kedua
|
sambil
|
datang membawa, datang menangis
|
|
4.
|
lalu
|
(+tindakan) dan (+gerak) unsur
pertama (+tindakan) dn (-gerak) unsur kedua
|
lalu
|
datang berteriak-teriak, datang
marah-marah
|
|
5.
|
untuk
|
(+tindakan) dan (+gerak) unsur
pertama
(+tindakan dan (+_ sasaran)
|
untuk
|
datang mengaih (hutang), pergi
membayar (pajak)
|
|
6.
|
dengan
|
(+tindakan) dan (+gerak) unsur
pertama
(+tindakan) dan (+keadaan)
unsur kedua
|
dengan
|
datang merangkak, ngesot
|
|
7.
|
secara
|
(+tindakan) dan (+cara)
|
secara
|
terju bebas, makan besar-besaran
|
|
8.
|
alat
|
(+tindakan) unsur pertama
(+alat) atau (+yang digunakan)
unsur kedua
|
menggunakan
|
balap mobil, balap sepeda
|
|
9.
|
waktu
|
(+ kegiatan) unsur pertama
(+saat) atau (+ketika)
|
waktu
|
ronda malam, apel pagi
|
|
10.
|
karena
|
(+kejadian) unsur pertama
(+penyebab) unsur kedua
|
karena
|
cerai mati, mabuk laut
|
|
11.
|
terhadap
|
(+peristiwa) unsur pertama
(+bahaya) unsur kedua
|
terhadap
atau akan
|
kedap air, kedap suara
|
|
12.
|
menjadi
|
(+penyebab) unsur pertama
(+akibat) unsur kedua
|
menjadi
|
jatuh cinta, jatuh sakit
|
|
13.
|
sehingga
|
(+tindakan) unsur pertama
(+kesudahan) unsur kedua
|
sehingga
atau sampai
|
tembak mati, temabak jatuh
|
|
14.
|
menuju
|
(+gerak arah) unsur pertama
(+ arah tujuan) unsur kedua
|
ke
atau menuju
|
belok kiri, belok kanan
|
|
15.
|
arah kedatangan
|
(+ gerak arah) unsur pertama
(+ tempat kegiatan) unsur kedua
|
dari
|
pulang kantor, pulang kerja
|
|
16.
|
seperti
|
(+keadaan) unsur pertama
(+perbandingan) unsur kedua
|
seperti
atau sebagai
|
lurus tabung, mati kutu
|
·
Komposisi
verbal bermakna idiomatikal
Ada sejumlah komposisi verbal
yang bermakna idiomatikal, yaitu makna yang tidak dapat ditelusuri atau
diprediksi baik secara leksikal maupun gramtikal. misalnya “makan garam” dalam
arti pengalaman.
komposisi verbal bermakna
idiomatikal berstrujtur verba + nomina atau berupa klausa predikat + objek atau
objek + pelengkap.
berkenaan dengan konstruksi
predikat + objek makna verba yang menjadi predikat itu sangat bergantung
padanomina, sebagi objek yang mengikutinya, contoh : makan, mengambil, menjual.
(Chaer,2008)
|
Contoh
|
Jenis
makna
|
|
makan tempe
|
bermakna gramatikal
|
|
makan tangan
|
bermakna idiomatikal
|
|
makan ongkos
|
bermakna polisemi
|
·
Komposisi
verbal dengan adverbia
a.
adverbia
pendamping verba
|
jenis
adverbia
|
kata-kata
adverbia
|
|
adverbia negasi
|
tidak, tak, tanpa
|
|
adverbia kala
|
sudah,tngah lagi, akan
|
|
adverbia keselesaian
|
sudah, tengah, belum
|
|
adverbia aspektual
|
boleh, wajib, harus
|
|
adverbia frekuensi
|
sering, jarang
|
|
adverbia kemungkinan
|
mungkin, pasti
|
Sebuah verba berstatus sebagi
pengisi fungsi predikat dalam sebuah klausa bisa di dampingi oleh sebuah
adverbia tertentu tetapi bisa juga didampingi oelh dua adverbia atau lebih.
contoh : sudah tidak makan, tidak akan makan. (Chaer, 2008)
C.
Komposisi Ajektival
Komposisi ajektifal adalah
komposisi yang pada satuan klausa, berkategori ajektiva.
Komposisi ajektifal dapat
dibentuk dengan dasar :
a.
ajektifa
+ ajektifa : tua muda
b.
ajektifa
+ nomina : merah darah
c.
ajektifa
+ verba : takut pulang
d.
adverbia
+ ajektifa : tidak berani. (Chaer, 2008)
·
Komposisi Ajektival bermakna
Gramatikal
|
No
|
Makna
Gramtikal
|
komopnen
makna
|
sisipan
|
contoh
|
|
1.
|
gabungan biasa
|
pasangan bersinonim
|
dan
|
cantik molek
|
|
berantonim
|
tua muda
|
|
bertentangan
|
bulat panjang
|
|
2.
|
alternatif atau pilihan
|
bertentangan sebagai pasangan
berantonim
|
atau
|
buruk baik, panjang pendek
|
|
pasangan yang tidak memiliki
antonim
|
jujur tidaknya
|
|
3.
|
seperti
|
(+warna) unsur pertama
(+benda bewarna) unsur kedua
|
seperti
|
merah jambu, merah darah
|
|
4.
|
serba
|
komponen makna sam dengan dasar
|
reduplikasi
utuh
|
putih putih
|
|
5.
|
untuk
|
(+sikap batin) unsur pertama
(+kejadian/ peristiwa) unsur
kedua
|
untuk
|
takut mati
|
|
6.
|
kalau
|
(+perasaan batin) unsur pertama
(+tindakan) unsur kedua
|
kalau
|
sedih mendengar
|
·
Komposisi ajektival bermakna
idiomatikal
Ada sejumlah komposisi ajektifal
bermakna idiomatikal, yakni yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun
grmatukal. misalnya : panjang usus dalam arti sabar. (Chaer, 2008)
·
Komposisi Ajektival dengan
Adverbial
Ada dua macam adverbia pendamping
komposisi yaitu :
-
adverbia
negasi : tidak
-
adverbia
derajat : agak, saama, lebihb, kurang, sangat, amat, seklai. (Chaer, 2008)