·
Konversi
Konversi
yang lazim disebut derivasi zero, transmutasi atau tranposisi adalah proses
pembentukan kata dari sebuah dasar berkategori tertentu menjadi kata
berkategori lain, tanpa mengubah bentuk fisik dari dasar itu. Misalnya Petani
membawa cangkul, kata cangkul pada kalimat tersebut berkategori nomina
sedangkan pada kalimat : cangkul dulu tanah itu, baru ditanami. kata cangkul
tersebut berkategori verba. jadi dalam kalimat
petani membawa cangkul bermodus deklaratif berkategori nomina sedangkan
pada kalimat cangkul dulu tanah itu, baru ditanami termasuk kalimat bermodus
imperatif. Kata cangkul memiliki komponen maka (+bendaan) (+alat) (+ tindakan)
sedangkan pisau memiliki komponen makna (+bendaan) (+alat) (+ tindakan). (Chaer, 2008).
·
Akronomisasi
Akronimisasi
adalah proses pembentykan sebuah kata dengan ar menyingkat sebuah konseo yang
direalisasikan dalam sebauh onstruksi lebih dari sebuah kata. jadi, akronim
ialah sebuah singkatan, namun yang diperlukan sebagi sebuah kata atau sebuah
butir leksikal.
cara
cara pembentukan akroim :
1.
pengambilan
huruf-huruf (fonem-fonem) pertama kata-kata yang membentuk konsep itu.
contoh
: IKIP : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan
2.
pengambilan
suku kata pertama dari semua kata yang membentuk konsep itu. Conyoh : ruka :
rumah kantor.
3.
pengambilan
suku kata pertama ditambah dengan huruf pertama dari suku kata kedua dari
setiap kata yang membentuk konsep itu. Misalnya :warteg : warung tegal.
4.
pengambilan
suku kata yang dominan dari setiap kata yang mewadahi konsep itu. misalnya :
juklak : petujuk pelaksanaan
5.
pengmbilan
suku kata tertentu disertai degan modifikasi yang tampaknya tidak beraturan;
namun;masih dengan memperhatikan “keindahan” bunyi. misalnya : pilkada : pmilihan
kepala daerah.
6.
pengambilan
unsur-unsur kata yang mewadahi konsep itu, tetapi sukar disebutkan
keteraturannya termasuk di seni. misalnya : sinetron : sinema elektronik.
kata-kata
yang dibentuk sebgaai hasil proses akronomisasi ini terdapat dalam semua bidang
kegitan dan keilmuan. oleh karena itu, biasnya akronim itu hanya dipahami oleh
mereka yang berkecimpung dalam bidang kegiatan tertentu itu.( Chaer, 2008).
·
Penyerapan
Penyerapan
adalah proses pengambilan kosakata dari bahasa asing, baik bahasa asing Eropa
maupun bahasa asing Asia . termasuk dari bahasa-bahasa Nusantara. di dalam sejarahnhya penyerapan kosakata
asing berlangsung secara audial, artinya memlaui pendengaran: orang asing
mengucapkan kosakata asing ini, lalu orang Indonesia menirukannya sesuai dengan
yag didengarnya. Karena fonologi asing berbeda dengan fonologi orang Indonesia.
Berikut
ialah inti dari pedoman pembentukan Isitilah :
1.
kata-kata
yang sudah terserap dan lazim digunakan sebelum buku pedoman terbit, tidak
perlu lagi diubah ejaanya, misalnya kata-kata kabar.
2.
penyerapan
dilakukan secara utu, misalnya
standarisasi
3.
huruf-huruf
asingpada awal kata harus disesuaikan,calomel=> kalomel.
(
Chaer, 2008).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar