Jumat, 20 Januari 2017

KONVERSI, AKRONIMISASI, PENYERAPAN



·         Konversi
Konversi yang lazim disebut derivasi zero, transmutasi atau tranposisi adalah proses pembentukan kata dari sebuah dasar berkategori tertentu menjadi kata berkategori lain, tanpa mengubah bentuk fisik dari dasar itu. Misalnya Petani membawa cangkul, kata cangkul pada kalimat tersebut berkategori nomina sedangkan pada kalimat : cangkul dulu tanah itu, baru ditanami. kata cangkul tersebut berkategori verba. jadi dalam kalimat  petani membawa cangkul bermodus deklaratif berkategori nomina sedangkan pada kalimat cangkul dulu tanah itu, baru ditanami termasuk kalimat bermodus imperatif. Kata cangkul memiliki komponen maka (+bendaan) (+alat) (+ tindakan) sedangkan pisau memiliki komponen makna (+bendaan) (+alat) (+ tindakan).  (Chaer, 2008).
·         Akronomisasi
Akronimisasi adalah proses pembentykan sebuah kata dengan ar menyingkat sebuah konseo yang direalisasikan dalam sebauh onstruksi lebih dari sebuah kata. jadi, akronim ialah sebuah singkatan, namun yang diperlukan sebagi sebuah kata atau sebuah butir leksikal.
cara cara pembentukan akroim :
1.      pengambilan huruf-huruf (fonem-fonem) pertama kata-kata yang membentuk konsep itu.
contoh : IKIP : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan
2.      pengambilan suku kata pertama dari semua kata yang membentuk konsep itu. Conyoh : ruka : rumah kantor.
3.      pengambilan suku kata pertama ditambah dengan huruf pertama dari suku kata kedua dari setiap kata yang membentuk konsep itu. Misalnya :warteg : warung tegal.
4.      pengambilan suku kata yang dominan dari setiap kata yang mewadahi konsep itu. misalnya : juklak : petujuk pelaksanaan
5.      pengmbilan suku kata tertentu disertai degan modifikasi yang tampaknya tidak beraturan; namun;masih dengan memperhatikan “keindahan” bunyi. misalnya : pilkada : pmilihan kepala daerah.
6.      pengambilan unsur-unsur kata yang mewadahi konsep itu, tetapi sukar disebutkan keteraturannya termasuk di seni. misalnya : sinetron : sinema elektronik.
kata-kata yang dibentuk sebgaai hasil proses akronomisasi ini terdapat dalam semua bidang kegitan dan keilmuan. oleh karena itu, biasnya akronim itu hanya dipahami oleh mereka yang berkecimpung dalam bidang kegiatan tertentu itu.( Chaer, 2008).
·         Penyerapan
Penyerapan adalah proses pengambilan kosakata dari bahasa asing, baik bahasa asing Eropa maupun bahasa asing Asia . termasuk dari bahasa-bahasa Nusantara.   di dalam sejarahnhya penyerapan kosakata asing berlangsung secara audial, artinya memlaui pendengaran: orang asing mengucapkan kosakata asing ini, lalu orang Indonesia menirukannya sesuai dengan yag didengarnya. Karena fonologi asing berbeda dengan fonologi orang Indonesia.
Berikut ialah inti dari pedoman pembentukan Isitilah :
1.      kata-kata yang sudah terserap dan lazim digunakan sebelum buku pedoman terbit, tidak perlu lagi diubah ejaanya, misalnya kata-kata kabar.
2.      penyerapan dilakukan secara utu,  misalnya standarisasi
3.      huruf-huruf asingpada awal kata harus disesuaikan,calomel=> kalomel.
( Chaer, 2008).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar