Jumat, 20 Januari 2017

AFIKSASI



v  PEMBENTUKAN AFIKSASI NOMINA
Menurut chaer (2008:106) Afiksasi adalah salah satu proses dalam pembentukan kata turuan baik berkategori verba,berkategori nomina maupun yang berkategori ajektiva.  Proses pembentukan afiksasi dibentuk langsung dari akar, tetapi sabagian besar dibentuk dari akar melalui kelas verbadari akar tersebut. yang dibentuk langsung dari akar adalah nomina turuanan berkonfiks ke-an, seperti kepartaian yang bermakna “hal partai” dan kepandaian yang bermakna “hal pandai”. sedangkan contoh dari bentuk akar verba adalah “pembaca” yang bermakna gramtikal yang “membaca”, “pembacaan” yang bermakna gramatikal “proses membaca” dan” bacaan” yang bermakna gramatikal hasil membaca.
v  Proses pembentukan nomina
a.       pembentukan nomina dari akar ke kelas verba










seperti yang telah dipaparkan dalam buku morfologi Bahasa Indonesia (pendekatan proses) bahwa pembentukan nomina dapat dibentuk dari akar atau dasar dan dapat dibentuk pula dari kelas verba yang menjadi dasar atau akar kata tersebut.
v  Afiks-Afiks Pembentukan Nomina
NO
Prefiks ke-
Contoh
Makna
1.


2.




3.





4
Nomina berprefiks ke-


Nomina berkonfiks ke-an (dasar)
Nomina berkonfiks ke-an (dibentuk dari akar melalui verba)
Nomina berkonfiks ke-an hal (dasar) komponen makna (+bendaan) dan (+objek bicara)
nomina berkonfiks ke-an tempat (dasar) komponen makna (+wilayah)
nomina berkonfiks ke-an  (berawal dari verba dan menduduki predikat sebuah klausa
nomina berkonfiks ke-an(melalui verba/predikat dari suatu klausa)

kekasih
ketua
kehendak
hutan + ke-an = kehutanan
verba : berani menjadi keberanian

Kehutanan


kelurahaan


kebencian



ketetapan

yang dikasihi
yang dituai
yang dikehendaki
hal mengenai hutan
sungguh berani


hal hutan


wilayah lurah


hal benci (hal dasar)


hasil menetapkan (hasil me- kan)

v  Nomina berprefiks pe-
memiliki dua macam pembentukan yakni:
1.      kaidah pesengauan, memiliki hubungan dengan verba berprefiks me- transitif dan dasar.
2.      tidak memiliki kaidah pesengauan, mempunyai hubungan dengan verba berprefiks ber- yang menyatkan tindakan.
a.       Nomina berprefiks pe- mengikuti kaidah pesengauan
No
bentuk alomorf
fonem
contoh
verba
1.

2.


3.


4.




5.


6.

7.
pe-

pem-


men-


meny-




peng-


penge-

pe-
r,l,w,y,m,n,ny dan ng
b,p,f,dan v (fonem b,f dan v tetap berwujud sedangkan p disenyawakan dengan bunyi nasal dari prefiks itu)
d  dan t (fonem d tetap sedangkan fonen t disenyawakan)
s,c, dan j,(fonem [s] disenyawakan dengan bunyi nasal yang ada prefiks itu, sedankan nasal [ny] untuk fonem [c],[j] diganti <n>
k,g,h,kh,a,i,u,e,dan o, [k] disenyawakan dengan nasal[ng]
digunakan dalan bentuk dasar eka suku kata
yang (dasar)
yang me- (dasar)
yang me kan- (dasar)
 yang me-i (dasar)
perawat
pelintas
pembina


pendengar


penyikat
pencuri



pengirim
penggugat

pengebom
pengesah
pendatang
penulis
penjinak
pewaris
merawat
melintas
membina


mendengar


menyikat
mencuri



mengirim
penggugat

mengebom
mengesahkan
datang
menulis
menjinakkan
mewarisi
b.      Nomina berprefiks pe- tidak mengikuti kaidah pesengauan
Nomina berprefiks pe- berkaitan dengan verba berprefiks ber- atau berklofiks memper-kan maka makna gramtikal yang dimiliki adalah yang ber- (dasar) . contoh : peladang (dasar : ladang memlalui verba berladang)
ada sejumlah verba memper-kan (juga memper -i) yang memiliki nomina turunan berklofiks pemer- dengan makna grmatikla “yang memper-kan”. contoh : pemerhati (dari verba memperhatikan).
-          Nominaberprefiks pe- melalui proses analogi
ada dua macam pembentukan nomina berprefiks pe- yang dibentuk melalui proses analogi ,yakni :
1.      bentuk penyuruh (menyuruh), pesuruh (disuruh)
2.      bentuk petinju (yang berolahraga tinju)
v  Nomina Berkonfiks pe-an
NO
Alomorf
Fonem
contoh
1.

2.


3.


4.

5.
pe-an

pem-an


pen-an


peng-an

penge-an

r,l,r,y,m,n,ny dan ng

b,p,f dan v(fonem [p]disenyawakan dengan bunyi sengau, [f,v] masih berupa data potensial)
d dan t (fonem [d] tetap sedangkan fonem[t] disenyawakan dengan bunyi sengau)
k,g,h,kh,a,i,u,e dan o. (fonem [k ] disenyawakan dengan bunyi sengau)
dasar beurpa eka suku kata

pewarisan, pelarian,pewarisan
pembinaan
pemilihan
pemfitnah
penderitaan
penentuan

pengiriman
penggalian
pengeboran
v  proses pembentukan nomina berkonfiks pe-an
No
Makna gramatikal
contoh
makna
1.

2.

3.
hal / proses me- (dasar)
hal / proses me-kan (dasar)
hal/ proses me-i (dasar)

pembacaan

pembenaran

pewarisan
hal membaca

hal membenarkan

hal mewarisi
v  Nomina berkonfiks per-an
ada dua macam proses pembentukan nomina dengan konfiks per-an yakni :
1.      nomina berkonfiks per-an yang dibentuk dari dasar melalui verba ber- bentuknya mengikuti perubahan bentuk prefiks  ber-, sehingga menjadi bentuk per-an, pe-an, dan pel-an. bentuk alomorf per-an diturunkan dari dasar verba berbentuk ber-, contoh : berdagang.
bentuk alaomorf pe-an digunakan apabila diturunkan dari dasar melalui verba berbentuk be-, contoh : pekerjaan (dari verba bekerja)
2.      nomina berkonfiks per-an yang dibentuk dari dasar (akar dan non akar) contoh : perkaretan, perburuhan.
3.      makna gramatikal yang berkonfik per-an, baik yang dibentuk dari dasar melalui verba ber- maupun dari dasar adalah hal atau tentang.
dalam pemakaian memiliki makna :
-          hal ber- (dasar), contoh : pergerakan artinya hal bergerak
-          hal, tentang atau masalah (dasar), contoh : perekonomian artinya hal ekonomi
-          daerah, wilayah atau tempat. contoh : pegunungan artinya daerah gunung.
v  Nomina bersufiks-an
a.       ada tiga macam proses pembentukan nomina bersufiks –an. yakni sebagai berikut :
NO
Dasar pembentuk
Makna gramatikal
Contoh
Makna
1.

2.

3.
verba berprefiks me- inflektif
verba berprefiks me- inflektif
alat (me-)
hasil me- (dasar)

yang di- (dasar)

(+ alat)
tulisan

makanan

saringan
hasil menulis

menyatakan objek sasaran
verba menyaring
b.      Nomina bersufiks –an
dibentuk dari dasar melalui verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal “tempat ber (dasar). contoh : lubang-lubang di jalan itu ada yang sebesar kubangan kerbau (kubangan berarti tempat berkubang)
c.       nomina bersufiks-an dibentuk langsung memiliki tiga macam makna gramatikal yakni sebagai berikut :
-          Nomina bersufiks –an yang dibentuk dari dasar akan mempunyai makna gramtikal “tiap-tiap” apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makan(+ ukuran), (+  takaran). contoh : kiloan, harian
-          Nomina bersufiks –an yang dibentuk langsung dari dasar akan mempunyai makna gramtikal “banyak (dasar)” apabila memiliki komponen makna (+ bendaan) dan (+ kecil), seperti nomina ubanan, kutuan, jamuran
-          Nomin a bersufik –an yang dibentuk langsung dari dasar akan mempunyai makna gramatikal bersifat (dasar) apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ keadaan), contoh : murahan, asinan dan manisan.
v  Nomina Bersufiks –nya
ada dua macam bentuk –nya, yakni sebagi berikut :
-          bentuk –nya sebagai pronomina persona ketiga tunggal, contoh /; saya mau minta tolong kepadanya.
-          bentuk –nya yang terdapat pada kata-kata naiknya, turunnya dan mahalnya.
-           
                sebagai sufik –nya membentuk nomina dibagi menjadi dua makna gramatikal :
-          Nomina bersufiks –nya memiliki makna gramatikal “hak” jika memiliki komponen makna (+ keadaan), contoh : naiknya harga BBM memngurangi pendapatan sopir taksi.
-Nomina bersufiks –nya memiliki makna gramtikal “penegasan” jika memiliki komponen makna (+ bendaan) atau (+ tindakan). contoh : mau makan, nasinya habis.
v  Nomina Berprefiks ter-
nomina berperefiks ter- dengan makana grantikal “yang di” (dasar) hanya terdapat sebagi istilah dalam bidang hukum. nomina tersebut adalah tersangka, terperiksa, terdakwa, tergugat, tertuduh,terhukum.
v  Nomina berinfiks –el,-em, dan –er.
digunakan untuk membentuk kata-kta baru.
telapak   <= tapak
telunjuk   <= tunjuk
gemetar    <= getar
v  Nomina Bersufiks Asing
kosakata asing yang diserap itu biasanya secara utuh. artinya, kosakata itu diserap sekaligus dengan “sufiks” yang menjadi penanda kategori kata serapan itu.
NO
sufiks penanda
contoh
Makna Gramatikal
1.


2.


3.

4.


5.


6.

7.

8.

9.

10.

11.

3.       
in


at


ah

si


-ika


-ir

-ur

-us

-isme

-sasi

-or
hadirin
muslimin
mukminin
hadirat
muslihat
mukminat
gairah
hafizah
kritisi
musisi
politisi
fisika
mekanika
matematika
importir
eksportir
direktur
redaktur
politikus
musikus
kapatilisme
feodalisme
organisasi
spesialisasi
aktor
diktator

laki-laki (dasar)


perempuan (dasar)

perempuan (dasar)


bergerak dalam bidang (dasar)

ilmu tentang (dasar)

pelaku kegiatan (dasar)

laki-laki yang menjadi (dasar)
orang-orang yang melakukan (dasar)

paham mengenai (dasar)

proses pe-an
yang melakukan / menjadi (dasar)

sufiks asing tidak produktif dalam pembentukan nomina bahasa indonesia. kata-kata “asli” Indonesia yang telah diberi sufiks asing itu yang ada hanyalah kata-kata sukuisme, daerahisme, tendanisasi,neonisasi, dan lelenisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar