v PEMBENTUKAN AFIKSASI NOMINA
Menurut chaer (2008:106) Afiksasi adalah
salah satu proses dalam pembentukan kata turuan baik berkategori
verba,berkategori nomina maupun yang berkategori ajektiva. Proses pembentukan afiksasi dibentuk langsung
dari akar, tetapi sabagian besar dibentuk dari akar melalui kelas verbadari
akar tersebut. yang dibentuk langsung dari akar adalah nomina turuanan
berkonfiks ke-an, seperti kepartaian yang
bermakna “hal partai” dan kepandaian
yang bermakna “hal pandai”. sedangkan contoh dari bentuk akar verba adalah “pembaca”
yang bermakna gramtikal yang “membaca”, “pembacaan” yang bermakna gramatikal
“proses membaca” dan” bacaan” yang bermakna gramatikal hasil membaca.
v Proses pembentukan nomina
a.
pembentukan
nomina dari akar ke kelas verba
seperti
yang telah dipaparkan dalam buku morfologi Bahasa Indonesia (pendekatan proses)
bahwa pembentukan nomina dapat dibentuk dari akar atau dasar dan dapat dibentuk
pula dari kelas verba yang menjadi dasar atau akar kata tersebut.
v
Afiks-Afiks
Pembentukan Nomina
|
NO
|
Prefiks ke-
|
Contoh
|
Makna
|
|
1.
2.
3.
4
|
Nomina
berprefiks ke-
Nomina
berkonfiks ke-an (dasar)
Nomina
berkonfiks ke-an (dibentuk dari akar melalui verba)
Nomina
berkonfiks ke-an hal (dasar) komponen makna (+bendaan) dan (+objek bicara)
nomina
berkonfiks ke-an tempat (dasar) komponen makna (+wilayah)
nomina
berkonfiks ke-an (berawal dari verba
dan menduduki predikat sebuah klausa
nomina
berkonfiks ke-an(melalui verba/predikat dari suatu klausa)
|
kekasih
ketua
kehendak
hutan + ke-an
= kehutanan
verba : berani
menjadi keberanian
Kehutanan
kelurahaan
kebencian
ketetapan
|
yang dikasihi
yang dituai
yang
dikehendaki
hal mengenai
hutan
sungguh berani
hal hutan
wilayah lurah
hal benci (hal
dasar)
hasil
menetapkan (hasil me- kan)
|
v
Nomina
berprefiks pe-
memiliki dua
macam pembentukan yakni:
1.
kaidah
pesengauan, memiliki hubungan dengan verba berprefiks me- transitif dan dasar.
2.
tidak
memiliki kaidah pesengauan, mempunyai hubungan dengan verba berprefiks ber- yang menyatkan tindakan.
a.
Nomina
berprefiks pe- mengikuti kaidah pesengauan
|
No
|
bentuk alomorf
|
fonem
|
contoh
|
verba
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
|
pe-
pem-
men-
meny-
peng-
penge-
pe-
|
r,l,w,y,m,n,ny
dan ng
b,p,f,dan v
(fonem b,f dan v tetap berwujud sedangkan p disenyawakan dengan bunyi nasal
dari prefiks itu)
d dan t (fonem d tetap sedangkan fonen t
disenyawakan)
s,c, dan
j,(fonem [s] disenyawakan dengan bunyi nasal yang ada prefiks itu, sedankan
nasal [ny] untuk fonem [c],[j] diganti <n>
k,g,h,kh,a,i,u,e,dan
o, [k] disenyawakan dengan nasal[ng]
digunakan
dalan bentuk dasar eka suku kata
yang (dasar)
yang me-
(dasar)
yang me kan-
(dasar)
yang me-i (dasar)
|
perawat
pelintas
pembina
pendengar
penyikat
pencuri
pengirim
penggugat
pengebom
pengesah
pendatang
penulis
penjinak
pewaris
|
merawat
melintas
membina
mendengar
menyikat
mencuri
mengirim
penggugat
mengebom
mengesahkan
datang
menulis
menjinakkan
mewarisi
|
b.
Nomina
berprefiks pe- tidak mengikuti kaidah pesengauan
Nomina berprefiks pe- berkaitan dengan verba berprefiks ber- atau berklofiks memper-kan
maka makna gramtikal yang dimiliki adalah yang
ber- (dasar) . contoh : peladang (dasar : ladang memlalui verba berladang)
ada sejumlah verba memper-kan (juga memper -i) yang
memiliki nomina turunan berklofiks pemer- dengan makna grmatikla “yang
memper-kan”. contoh : pemerhati (dari verba memperhatikan).
-
Nominaberprefiks
pe- melalui proses analogi
ada dua macam pembentukan nomina berprefiks pe- yang
dibentuk melalui proses analogi ,yakni :
1.
bentuk
penyuruh (menyuruh), pesuruh (disuruh)
2.
bentuk
petinju (yang berolahraga tinju)
v
Nomina
Berkonfiks pe-an
|
NO
|
Alomorf
|
Fonem
|
contoh
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
pe-an
pem-an
pen-an
peng-an
penge-an
|
r,l,r,y,m,n,ny
dan ng
b,p,f dan
v(fonem [p]disenyawakan dengan bunyi sengau, [f,v] masih berupa data
potensial)
d dan t (fonem
[d] tetap sedangkan fonem[t] disenyawakan dengan bunyi sengau)
k,g,h,kh,a,i,u,e
dan o. (fonem [k ] disenyawakan dengan bunyi sengau)
dasar beurpa
eka suku kata
|
pewarisan,
pelarian,pewarisan
pembinaan
pemilihan
pemfitnah
penderitaan
penentuan
pengiriman
penggalian
pengeboran
|
v
proses
pembentukan nomina berkonfiks pe-an
|
No
|
Makna
gramatikal
|
contoh
|
makna
|
|
1.
2.
3.
|
hal / proses
me- (dasar)
hal / proses
me-kan (dasar)
hal/ proses
me-i (dasar)
|
pembacaan
pembenaran
pewarisan
|
hal membaca
hal
membenarkan
hal mewarisi
|
v
Nomina
berkonfiks per-an
ada dua macam
proses pembentukan nomina dengan konfiks per-an
yakni :
1.
nomina berkonfiks per-an yang dibentuk dari dasar melalui verba ber- bentuknya mengikuti perubahan bentuk prefiks ber-, sehingga menjadi bentuk per-an, pe-an,
dan pel-an. bentuk alomorf per-an diturunkan dari dasar verba berbentuk ber-, contoh
: berdagang.
bentuk alaomorf pe-an digunakan apabila diturunkan
dari dasar melalui verba berbentuk be-, contoh : pekerjaan (dari verba bekerja)
2.
nomina berkonfiks per-an yang dibentuk dari dasar (akar dan non akar) contoh :
perkaretan, perburuhan.
3.
makna gramatikal yang berkonfik per-an, baik yang
dibentuk dari dasar melalui verba ber- maupun
dari dasar adalah hal atau tentang.
dalam pemakaian memiliki makna :
-
hal
ber- (dasar), contoh : pergerakan artinya hal bergerak
-
hal,
tentang atau masalah (dasar), contoh : perekonomian artinya hal ekonomi
-
daerah,
wilayah atau tempat. contoh : pegunungan artinya daerah gunung.
v
Nomina
bersufiks-an
a.
ada
tiga macam proses pembentukan nomina bersufiks –an. yakni sebagai berikut :
|
NO
|
Dasar
pembentuk
|
Makna gramatikal
|
Contoh
|
Makna
|
|
1.
2.
3.
|
verba
berprefiks me- inflektif
verba
berprefiks me- inflektif
alat (me-)
|
hasil me-
(dasar)
yang di-
(dasar)
(+ alat)
|
tulisan
makanan
saringan
|
hasil menulis
menyatakan
objek sasaran
verba
menyaring
|
b.
Nomina
bersufiks –an
dibentuk dari dasar melalui verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal “tempat
ber (dasar). contoh : lubang-lubang di jalan itu ada yang sebesar kubangan kerbau (kubangan berarti tempat
berkubang)
c.
nomina
bersufiks-an dibentuk langsung memiliki tiga macam makna gramatikal yakni
sebagai berikut :
-
Nomina
bersufiks –an yang dibentuk dari dasar akan mempunyai makna gramtikal
“tiap-tiap” apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makan(+ ukuran), (+ takaran). contoh : kiloan, harian
-
Nomina
bersufiks –an yang dibentuk langsung dari dasar akan mempunyai makna gramtikal
“banyak (dasar)” apabila memiliki komponen makna (+ bendaan) dan (+ kecil),
seperti nomina ubanan, kutuan, jamuran
-
Nomin
a bersufik –an yang dibentuk langsung dari dasar akan mempunyai makna gramatikal
bersifat (dasar) apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ keadaan),
contoh : murahan, asinan dan manisan.
v
Nomina Bersufiks
–nya
ada dua macam
bentuk –nya, yakni sebagi berikut :
-
bentuk
–nya sebagai pronomina persona ketiga tunggal, contoh /; saya mau minta tolong
kepadanya.
-
bentuk
–nya yang terdapat pada kata-kata naiknya,
turunnya dan mahalnya.
-
sebagai sufik –nya membentuk
nomina dibagi menjadi dua makna gramatikal :
-
Nomina
bersufiks –nya memiliki makna gramatikal “hak” jika memiliki komponen makna (+
keadaan), contoh : naiknya harga BBM memngurangi pendapatan sopir taksi.
-Nomina bersufiks –nya memiliki makna gramtikal
“penegasan” jika memiliki komponen makna (+ bendaan) atau (+ tindakan). contoh
: mau makan, nasinya habis.
v
Nomina
Berprefiks ter-
nomina
berperefiks ter- dengan makana grantikal “yang di” (dasar) hanya terdapat
sebagi istilah dalam bidang hukum. nomina tersebut adalah tersangka,
terperiksa, terdakwa, tergugat, tertuduh,terhukum.
v
Nomina berinfiks
–el,-em, dan –er.
digunakan untuk
membentuk kata-kta baru.
telapak <= tapak
telunjuk <= tunjuk
gemetar <= getar
v
Nomina Bersufiks
Asing
kosakata asing
yang diserap itu biasanya secara utuh. artinya, kosakata itu diserap sekaligus
dengan “sufiks” yang menjadi penanda kategori kata serapan itu.
|
NO
|
sufiks penanda
|
contoh
|
Makna
Gramatikal
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
3.
|
in
at
ah
si
-ika
-ir
-ur
-us
-isme
-sasi
-or
|
hadirin
muslimin
mukminin
hadirat
muslihat
mukminat
gairah
hafizah
kritisi
musisi
politisi
fisika
mekanika
matematika
importir
eksportir
direktur
redaktur
politikus
musikus
kapatilisme
feodalisme
organisasi
spesialisasi
aktor
diktator
|
laki-laki
(dasar)
perempuan
(dasar)
perempuan
(dasar)
bergerak dalam
bidang (dasar)
ilmu tentang
(dasar)
pelaku
kegiatan (dasar)
laki-laki yang
menjadi (dasar)
orang-orang
yang melakukan (dasar)
paham mengenai
(dasar)
proses pe-an
yang melakukan
/ menjadi (dasar)
|
sufiks asing
tidak produktif dalam pembentukan nomina bahasa indonesia. kata-kata “asli”
Indonesia yang telah diberi sufiks asing itu yang ada hanyalah kata-kata sukuisme, daerahisme, tendanisasi,neonisasi,
dan lelenisasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar