Jumat, 20 Januari 2017

PROSES MORFOLOGI



Menurut Samsuri (1985 : 190) proses morfologi adalah cara pembentukan kata-kata dengan menghubungkan morfem yang satu dengan morfem yang lain.
Menurut Chaer (2008 : 25) proses morfologi adalah proses pembentukan kata dari sebuah bentuk dasar melalui pembubuhan afiks (dalam proses afiksasi), pengulangan (dalam proses reduplikasi), penggabungan status (dalam proses komposisi), pemendekan (dalam proses akronimisasi), dan pengubahan status (dalam proses konversi).
jadi dapat disimpulkan bahwa proses morfologi adalah proses pembentukan kata yang melalui sebuah proses pembubuhan, pengulangan,penggabungan,pemendekan,pengubahan.
v  PEMBENTUKAN AFIKSASI VERBA
Menurut chaer (2008:106) Afiksasi adalah salah satu proses dalam pembentukan kata turuan baik berkategori verba,berkategori nomina maupun yang berkategori ajektiva.
Bentuk dasar dalam pembentukan verba dengan prefiks ber- berupa :
1.      Morfem dasar terikat, contoh : bertempur, bentuk dasarnya yang berupa morfem dasar terikat yaitu tempur
2.      Morfem dasar bebas, contoh : berladang, bentuk dasarnya yang berupa morfem dasar bebas : ladang.
3.      Bentuk dasar turunan berafiks, contoh : berkekuatan (bentuk dasarnya kekuatan) prefiks ber- diimbuhkan pada dasar yang terlebih dahulu sudah diberi afiks lain.
4.      Bentuk turunan reduplikasi, berlari-lari (betuk dasar lari-lari).
5.      Bentuk turunan hasil komposisi, contoh : berjual beli (bentuk dasar jual beli)
a.      Verba berprefiks ber-
NO
MAKNA GRAMATIKAL
CONTOH
 KOMPONEN MAKNA
1.


2.

3.

4.



5.

6.

7.
8.


9.

10.

11.
12.




mempunyai atau ada


memakai atau mengenakan
mengendarai, menumpang, naik
berisi atau mengandung


mengeluarkan atau menghasilkan
mengusahakan atau mengupayakan
melakukan kegiatan
mengalami atau berada dalam keadaan
menyebut atau menyapa
kumpulan atau kelompok
memberi
bermakna idiomatikal


berayah

berjendela
berjilbab

bersepeda

beracun
berair


berproduksi
berdarah
beternak

berdebat
bergembira


berkakak

berdua

bersedekah
berpulang
mempunyai ayah (milik)

ada jendelanya (milik)
memakai jilbab (pakaian)

mengendari sepeda (kendaraan)

mengandung racun (kandungan)
berisi air atau mengeluarkan air.


menghasilkan produksi
mengeluarkan darah
mengusahakan ternak

melakukan debat
dalam keadaan gembira


menyebut kakak

kumpula dari dua (orang)

memberi sedekah
menginggal




v  Verba Berkonfiks dan Berklofiks Ber-an
Verba ber-an pada kata bermunculan dan berpakian memiliki dua macam proses pembentukan, prefiks ber- dan sufiks-an itu diimbuhkan secara bersamaan sekaligus pada sebuah akata dasar. Kedua yang berupa klofiks, prefiks ber- dan sufiks-an itu tidak diimbuhkan secara bersamaan pada sebuah kata dasar. Dalam hal ini pada bentuk mula-mila diimbuhkan sufiks-an baru kemudian diimbuhkan lagi prefiks ber-.
NO
MAKNA GRAMATIKAL
CONTOH
MAKNA
1.

2.
3.
Banyak serta tidak tertaur
saling atau berbalasan
saling berada di

berlarian

bermusuhan
bersebelahan
banyak yang berlalri dan tidak teratur
saling memusuhi
saling berada di sebelah
-          Bentuk ber-an pada sebuah verba mungkin bisa berupa konfiks mungkin juga berupa klofiks, tergantung pada konteks kalimatnya.
-          Verba yang berkonfiks atau berklofiks ber-an sebagai berikut : berpegangan, bersandaran, berkenaan,bermesraan,berdekatan,berhdapan,bersangkutan,berdampingan, belompatan, bersaingan,berlumuran,bermusuhan,bersentuhan,berpasangan.dll
-          Verba ber-an yang di dalam pertuturan (non baku) anatara lain : (ber) ciuman, (ber) pelukan, (ber) tabrakan, (ber) gelimpangan, (ber) senggolan, (ber) pacaran, (ber) sedekahan, (ber) lebaran, (ber) syukuran.
v  Verba berklofiks Ber-kan
Verba berklofiks ber-kan dibentuk dengan proses, mula-mula pada bentuk dasar diimbuhkan prefiks ber-, lalu diimbuhkan pula sufiks-kan, contoh pada kata bersenjata menjadi bersenjatkan. makan ber- memiliki makna melakukan pekerjaan sedangkan –kan  memiliki makna gramatikal akan.
Verba bermandi tidak ada, verba ini muncul dalam konstruksi bermandi cahaya.
v  Verba Bersufiks –kan
Sufiks-kan, bila diimbuhkan pada dasar yang memiliki makna (+ tindakan) dan (+ sasaran) akan membentuk verba bitransitif yang memiliki dua objek
1.      Kalimat imperatif, contoh : lemparkan bola itu ke sini!
2.      Kalimat pasif, predikatnya berpola : (aspek) + pelaku
+ verba, dan subjek menjdi sasaran tundakan. Contoh :rumah itu baru kami dirikan.
3.      Keterangan tambahan pada subyek atau objek yang berpola: yang + (aspek) + pelaku + verba. Contoh : uang yang baru kami teri a sudah habis lagi.

No
MAKNA GRAMATIKAL
CONTOH
MAKNA
1.
.2.


3.

4.
5.
makna jadikan
makna jadikan berada di (tempat, arah)
lakukan untuk orang lain
lakukan akan
bawa masuk ke

tenangkan
pinggirkan


ambilkan

lemparkan
asramakan

jadikan tenang
jadikan berada di pinggir

lakukan ambil untuk (orang lain)
laukakn lempar akan
bawa masuk ke asrama

v  Verba bersufiks -i
Verba transitif, berlaku sebagai pangkal dalam pembentukan verba inflektif.
1.      Kalimat imperatif. Contoh : tolong gulai teh ini!
2.      Kalimat pasif yang predikatnya brpola (aspek), (pelaku),(verba) dan subjeknya menjadi sasaran perbuatan. Contoh : kemarin beliau sudah kami hubungi.
3.      Keterangan tambahn pada subjek atau objek yang berpola : yang + aspek + pelaku + verba. Contoh : banjir melanda wilayah yang kan kita datangi\
No
MAKNA GRAMATIKAL
CONTOH
MAKNA
1.


2.
3.
4.

5.

6.
berulang kali


tempat
merasa seuatu pada
memberi atau membubuhi
jadikan atau sebabkan
lakukan pada
tendangi


duduki
kasihi
garami

lengkapi

tulisi


pekerjaan pukul dilakukan berulang kali
duduk di
merasa kasih pada
beri garam pada

jadi lengkap

lakukan tulis pada

v  Verba Berprefiks per-
Verba yang bisa menjadi pangkal dalam pembentukan verba infektif.
1.      Kalimat imeperatif, contoh : persingkat bicaramu!
2.      Kalimat pasif berpola : (aspek) + pelaku + verba
3.      Keterangan tambahan pada subjek atau objek : yang + aspek + pelaku + verba
NO
MAKNA GRAMATIKAL
CONTOH
MAKNA
1.
2.

3.
jadikan lebih
anggap sebagai atau jadikan
bagi
perlebar
perbudak
peristri
perdua
jadikan lebih lebar
anggap sebagai budak
jadikan istri
bagi dua
v  Verba Berkonfiks per-kan
Verba yang menjadi pangkal dalam pembentukan verba inflektif( berprefiks di- atau berprefiks ter-)
1.      Kalimat imperatif, contoh : persiapkan dulu bahan bahannya!
2.      Kalimat pasif berpola : aspek + pelaku + verba.
3.      Keterangan tambahan pada subjek atau objek, berpola :  yang + aspek + pelaku.
NO
MAKNA GRAMATIKAL
CONTOH
MAKNA
1.
2.

3.

4.
jadikan bahan per-an
lakukan supaya (dasar)
jadikan me-

jadikan ber-
perdebatkan

persamakan
perdengarkan

perhubungkan
jadikan bahan perdebatan
lakukan supaya sama
jadikan (orang lain) mendengar
jadikan berhubungan
v  Verba berkonfiks per-i
Verba yang menjadi pangkal dalam pembentukan verba infletikf me- inflektif di- atau ter- inflektif.
No
MAKNA GRAMATIKAL
CONTOH
MAKNA
1.
2.
lakukan supaya jadi
lakukan (dasar) pada objeknya
perbaiki
persetujui
lakukan supaya baik
lakukan setuju pada objeknya
v  Verba berprefiks me-
-bentuk alomorf me- untuk fonem dimulai dengan : r,l,w,y,m,n,ny dan ng
-bentuk mem- dimulai dengan fonem : b, p, f dan v
-bentuk men- dimulai dengan fonem : d dan t
-bentuk meng-  dimulai dengan fonem : k,g,h,kh,a,z,u,e,o
-bentuk menge- digunakan apabila bentuk dasarnya terdiri dari sebuah suku kata.
v  Verba berprefiks me-inflektif
- Memiliki komponen makna tindakan dan sasaran. Contoh : membaca, menulis.
-  memiliki komponen makna tindakan dan alat. Contoh : memahat, mengikir.
- memiliki komponen makna tindakan dan bahan. Contoh : mengapur
- memiliki komponen makna tindakan dan benda hasil. Contoh : menyambal
v  Verba berprefiks me- derivatif
Berprefiks me- derivatif memiliki makna gramatikal : makan, minum, mengeluarkan,menjadi, menjadi seperti itu, menuju, memperingati.
-          Memiliki komponen makna makanan, minuman,isapan. Contoh : merokok
-          Memiliki komponen makna bunyi atau suara. Contoh : mengeong
-          Memiliki komponen makna keadaa, warna, bentuk, situasi. Contoh : megecil
-          Memiliki komponen makna sifat khas. Contoh : membantu.
-          Memiliki komponen makna arah. Contoh : menepi
-          Memiliki komponen makna bilangan, hari, bulan. Contoh : menujuh bulan.
v  Verba berprefiks di-
-verba berprefiks di- inflektif adalah verba pasif.
Verba berprefiks di- derivatif hanya ada kata dimaksud, yang lain tidak ada.
v  Verba berprefiks ter-
-verba berprefiks inflektif adalah verba pasif keadaan dari verba berprefiks me- inflektif makna gramatikalnya verba berprefiks ter- inflektif, selain sebagai kebalikan pasif keadaan dari verba berprefiks me- inflektif me-, juga memiliki makna gramatikal. Contoh : sudah terjadi.
- verba berprefiks ter- .Memiliki makna gramatikal dapat / sanggup apabila berpola : (+ tindakan) dan (+sasaran).
-Verba ter- derivatif memiliki makna gramatikal paling. Contoh : Terbaik artinya paling baik.
-Verba ter- derivatif memiliki makna gramatikal dalam keadaan. Contoh : tergeletak artinya dalam keadaan tergeletak.
-Verba berprefiks ter- derivatif memiliki makna gramatikal terjadi dengan tiba-tiba.contoh : teringat, artinya tiba-tiba teringat.
v  verba berprefiks ke-
-          makna gramatikal tidak sengaja
-          makna gramatikal dapat di
-          makna gramatikal kena (dasar)
v  verba berkonfiks ke-an
membentuk verba dankonfiks ke-an yang membentuk nomina dan konfiks ke-an yang membentuk verba. verba berkonfiks ke-an termasuk verba pasif, yang tidak dapat dikembalikan ke dalam verba aktif, seperti verba pasif di- dan verba pasif ter-, makna gramatikal yang dimiliki adalah terkena. contoh : kebanjiran, agak bersifat. contoh : kehijauan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar