Menurut
Samsuri (1985 : 190) proses morfologi adalah cara pembentukan kata-kata dengan
menghubungkan morfem yang satu dengan morfem yang lain.
Menurut
Chaer (2008 : 25) proses morfologi adalah proses pembentukan kata dari sebuah
bentuk dasar melalui pembubuhan afiks (dalam proses afiksasi), pengulangan
(dalam proses reduplikasi), penggabungan status (dalam proses komposisi),
pemendekan (dalam proses akronimisasi), dan pengubahan status (dalam proses
konversi).
jadi
dapat disimpulkan bahwa proses morfologi adalah proses pembentukan kata yang
melalui sebuah proses pembubuhan,
pengulangan,penggabungan,pemendekan,pengubahan.
v PEMBENTUKAN
AFIKSASI VERBA
Menurut
chaer (2008:106) Afiksasi adalah salah satu proses dalam pembentukan kata
turuan baik berkategori verba,berkategori nomina maupun yang berkategori
ajektiva.
Bentuk
dasar dalam pembentukan verba dengan prefiks ber- berupa :
1.
Morfem dasar terikat, contoh : bertempur, bentuk dasarnya yang berupa
morfem dasar terikat yaitu tempur
2.
Morfem dasar bebas, contoh : berladang, bentuk dasarnya yang berupa
morfem dasar bebas : ladang.
3.
Bentuk dasar turunan berafiks,
contoh : berkekuatan (bentuk dasarnya kekuatan) prefiks ber- diimbuhkan pada dasar yang terlebih dahulu sudah diberi afiks
lain.
4.
Bentuk turunan reduplikasi, berlari-lari (betuk dasar lari-lari).
5.
Bentuk turunan hasil komposisi,
contoh : berjual beli (bentuk dasar
jual beli)
a.
Verba
berprefiks ber-
|
NO
|
MAKNA
GRAMATIKAL
|
CONTOH
|
KOMPONEN MAKNA
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
|
mempunyai atau
ada
memakai atau
mengenakan
mengendarai,
menumpang, naik
berisi atau
mengandung
mengeluarkan
atau menghasilkan
mengusahakan
atau mengupayakan
melakukan
kegiatan
mengalami atau
berada dalam keadaan
menyebut atau
menyapa
kumpulan atau
kelompok
memberi
bermakna idiomatikal
|
berayah
berjendela
berjilbab
bersepeda
beracun
berair
berproduksi
berdarah
beternak
berdebat
bergembira
berkakak
berdua
bersedekah
berpulang
|
mempunyai ayah
(milik)
ada jendelanya
(milik)
memakai jilbab
(pakaian)
mengendari
sepeda (kendaraan)
mengandung
racun (kandungan)
berisi air
atau mengeluarkan air.
menghasilkan
produksi
mengeluarkan
darah
mengusahakan
ternak
melakukan
debat
dalam keadaan
gembira
menyebut kakak
kumpula dari
dua (orang)
memberi
sedekah
menginggal
|
|
|
|
|
|
v Verba Berkonfiks
dan Berklofiks Ber-an
Verba ber-an pada kata bermunculan
dan berpakian memiliki dua macam proses pembentukan, prefiks ber- dan sufiks-an itu diimbuhkan secara bersamaan sekaligus pada sebuah
akata dasar. Kedua yang berupa klofiks, prefiks ber- dan sufiks-an itu tidak
diimbuhkan secara bersamaan pada sebuah kata dasar. Dalam hal ini pada bentuk
mula-mila diimbuhkan sufiks-an baru kemudian diimbuhkan lagi prefiks ber-.
|
NO
|
MAKNA
GRAMATIKAL
|
CONTOH
|
MAKNA
|
|
1.
2.
3.
|
Banyak serta
tidak tertaur
saling atau
berbalasan
saling berada
di
|
berlarian
bermusuhan
bersebelahan
|
banyak yang
berlalri dan tidak teratur
saling
memusuhi
saling berada
di sebelah
|
-
Bentuk
ber-an pada sebuah verba mungkin bisa berupa konfiks mungkin juga berupa
klofiks, tergantung pada konteks kalimatnya.
-
Verba
yang berkonfiks atau berklofiks ber-an sebagai berikut : berpegangan,
bersandaran, berkenaan,bermesraan,berdekatan,berhdapan,bersangkutan,berdampingan,
belompatan, bersaingan,berlumuran,bermusuhan,bersentuhan,berpasangan.dll
-
Verba
ber-an yang di dalam pertuturan (non
baku) anatara lain : (ber) ciuman, (ber) pelukan, (ber) tabrakan, (ber)
gelimpangan, (ber) senggolan, (ber) pacaran, (ber) sedekahan, (ber) lebaran,
(ber) syukuran.
v Verba berklofiks
Ber-kan
Verba berklofiks ber-kan dibentuk dengan proses, mula-mula pada bentuk dasar
diimbuhkan prefiks ber-, lalu diimbuhkan pula sufiks-kan, contoh pada kata bersenjata menjadi bersenjatkan. makan ber- memiliki
makna melakukan pekerjaan sedangkan –kan memiliki makna gramatikal akan.
Verba bermandi tidak ada, verba ini muncul dalam konstruksi bermandi cahaya.
v Verba Bersufiks
–kan
Sufiks-kan, bila diimbuhkan pada dasar
yang memiliki makna (+ tindakan) dan (+ sasaran) akan membentuk verba
bitransitif yang memiliki dua objek
1.
Kalimat
imperatif, contoh : lemparkan bola
itu ke sini!
2.
Kalimat pasif, predikatnya berpola : (aspek) +
pelaku
+ verba, dan subjek menjdi sasaran tundakan. Contoh :rumah itu baru kami dirikan.
+ verba, dan subjek menjdi sasaran tundakan. Contoh :rumah itu baru kami dirikan.
3.
Keterangan tambahan pada subyek atau objek yang
berpola: yang + (aspek) + pelaku + verba. Contoh : uang yang baru kami teri a sudah habis lagi.
|
No
|
MAKNA
GRAMATIKAL
|
CONTOH
|
MAKNA
|
|
1.
.2.
3.
4.
5.
|
makna jadikan
makna jadikan
berada di (tempat, arah)
lakukan untuk
orang lain
lakukan akan
bawa masuk ke
|
tenangkan
pinggirkan
ambilkan
lemparkan
asramakan
|
jadikan tenang
jadikan berada
di pinggir
lakukan ambil
untuk (orang lain)
laukakn lempar
akan
bawa masuk ke
asrama
|
v Verba bersufiks
-i
Verba transitif, berlaku sebagai pangkal
dalam pembentukan verba inflektif.
1.
Kalimat
imperatif. Contoh : tolong gulai teh
ini!
2.
Kalimat pasif yang predikatnya brpola (aspek),
(pelaku),(verba) dan subjeknya menjadi sasaran perbuatan. Contoh : kemarin
beliau sudah kami hubungi.
3.
Keterangan tambahn pada subjek atau objek yang
berpola : yang + aspek + pelaku + verba. Contoh : banjir melanda wilayah yang kan kita datangi\
|
No
|
MAKNA
GRAMATIKAL
|
CONTOH
|
MAKNA
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
|
berulang kali
tempat
merasa seuatu
pada
memberi atau
membubuhi
jadikan atau
sebabkan
lakukan pada
|
tendangi
duduki
kasihi
garami
lengkapi
tulisi
|
pekerjaan
pukul dilakukan berulang kali
duduk di
merasa kasih
pada
beri garam
pada
jadi lengkap
lakukan tulis
pada
|
v Verba Berprefiks
per-
Verba yang bisa menjadi pangkal dalam
pembentukan verba infektif.
1.
Kalimat
imeperatif, contoh : persingkat bicaramu!
2.
Kalimat
pasif berpola : (aspek) + pelaku + verba
3.
Keterangan
tambahan pada subjek atau objek : yang + aspek + pelaku + verba
|
NO
|
MAKNA
GRAMATIKAL
|
CONTOH
|
MAKNA
|
|
1.
2.
3.
|
jadikan lebih
anggap sebagai
atau jadikan
bagi
|
perlebar
perbudak
peristri
perdua
|
jadikan lebih
lebar
anggap sebagai
budak
jadikan istri
bagi dua
|
v Verba Berkonfiks
per-kan
Verba yang menjadi pangkal dalam pembentukan
verba inflektif( berprefiks di- atau berprefiks ter-)
1.
Kalimat
imperatif, contoh : persiapkan dulu
bahan bahannya!
2.
Kalimat
pasif berpola : aspek + pelaku + verba.
3.
Keterangan
tambahan pada subjek atau objek, berpola :
yang + aspek + pelaku.
|
NO
|
MAKNA
GRAMATIKAL
|
CONTOH
|
MAKNA
|
|
1.
2.
3.
4.
|
jadikan bahan
per-an
lakukan supaya
(dasar)
jadikan me-
jadikan ber-
|
perdebatkan
persamakan
perdengarkan
perhubungkan
|
jadikan bahan
perdebatan
lakukan supaya
sama
jadikan (orang
lain) mendengar
jadikan berhubungan
|
v Verba berkonfiks
per-i
Verba yang menjadi pangkal dalam
pembentukan verba infletikf me- inflektif di- atau ter- inflektif.
|
No
|
MAKNA
GRAMATIKAL
|
CONTOH
|
MAKNA
|
|
1.
2.
|
lakukan supaya
jadi
lakukan
(dasar) pada objeknya
|
perbaiki
persetujui
|
lakukan supaya
baik
lakukan setuju
pada objeknya
|
v Verba berprefiks
me-
-bentuk alomorf me- untuk fonem dimulai
dengan : r,l,w,y,m,n,ny dan ng
-bentuk mem- dimulai dengan fonem : b,
p, f dan v
-bentuk men- dimulai dengan fonem : d
dan t
-bentuk meng- dimulai dengan fonem : k,g,h,kh,a,z,u,e,o
-bentuk menge- digunakan apabila bentuk
dasarnya terdiri dari sebuah suku kata.
v Verba berprefiks
me-inflektif
- Memiliki komponen makna tindakan dan
sasaran. Contoh : membaca, menulis.
-
memiliki komponen makna tindakan dan alat. Contoh : memahat, mengikir.
- memiliki komponen makna tindakan dan
bahan. Contoh : mengapur
- memiliki komponen makna tindakan dan
benda hasil. Contoh : menyambal
v Verba berprefiks
me- derivatif
Berprefiks me- derivatif memiliki makna
gramatikal : makan, minum, mengeluarkan,menjadi, menjadi seperti itu, menuju,
memperingati.
-
Memiliki
komponen makna makanan, minuman,isapan. Contoh : merokok
-
Memiliki
komponen makna bunyi atau suara. Contoh : mengeong
-
Memiliki
komponen makna keadaa, warna, bentuk, situasi. Contoh : megecil
-
Memiliki
komponen makna sifat khas. Contoh : membantu.
-
Memiliki
komponen makna arah. Contoh : menepi
-
Memiliki
komponen makna bilangan, hari, bulan. Contoh : menujuh bulan.
v Verba berprefiks
di-
-verba berprefiks di- inflektif adalah verba
pasif.
Verba berprefiks di- derivatif hanya ada
kata dimaksud, yang lain tidak ada.
v Verba berprefiks
ter-
-verba berprefiks inflektif adalah verba
pasif keadaan dari verba berprefiks me- inflektif makna gramatikalnya verba
berprefiks ter- inflektif, selain sebagai kebalikan pasif keadaan dari verba
berprefiks me- inflektif me-, juga memiliki makna gramatikal. Contoh : sudah
terjadi.
- verba berprefiks ter- .Memiliki makna
gramatikal dapat / sanggup apabila berpola : (+ tindakan) dan (+sasaran).
-Verba ter- derivatif memiliki makna
gramatikal paling. Contoh : Terbaik
artinya paling baik.
-Verba ter- derivatif memiliki makna
gramatikal dalam keadaan. Contoh :
tergeletak artinya dalam keadaan tergeletak.
-Verba berprefiks ter- derivatif
memiliki makna gramatikal terjadi dengan tiba-tiba.contoh : teringat, artinya
tiba-tiba teringat.
v verba berprefiks
ke-
-
makna
gramatikal tidak sengaja
-
makna
gramatikal dapat di
-
makna
gramatikal kena (dasar)
v verba berkonfiks
ke-an
membentuk verba dankonfiks ke-an yang
membentuk nomina dan konfiks ke-an yang membentuk verba. verba berkonfiks ke-an
termasuk verba pasif, yang tidak dapat dikembalikan ke dalam verba aktif,
seperti verba pasif di- dan verba pasif ter-, makna gramatikal yang dimiliki
adalah terkena. contoh : kebanjiran,
agak bersifat. contoh : kehijauan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar